Arsitektur Wireless Sensor Network (AWSN)
Definisi Wireless Sensor Network (WSN)
Wireless Sensor Network merupakan jaringan nirkabel atau tanpa kabel
dari beberapa node yang berupa sendor atau actuator yang kemudian dihubungkan
dengan satu atau banyak sink dan dapat saling bertukar informasi. Menurut Hill
(2000), Wireless Sensor Network atau jaringan sensor nirkabel adalah
kumpulan sejumlah node yang diatur dalam sebuah jaringan kerjasama.
Masing-masing node dalam jaringan sensor nirkabel biasanya dilengkapi dengan
radio tranciever atau alat komunikasi wireless lainnya, mikrokontroler kecil,
dan sumber energi seperti baterai. Banyak aplikasi yang bisa dilakukan
menggunakan jaringan sensor nirkabel, misalnya pengumpulan data kondisi
lingkungan, security monitoring, dan node tracking scenarios. (Jason, 2003).
Dengan adanya teknologi Wireless Sensor Network, informasi dapat
diakses dari jarak jauh melalui gadget seperti laptop, remote device,
server dan sebagainya. Untuk itu diperlukan pendekatan lain yang dapat
menyelesaikan permasalahan di atas, yaitu salah satunya dengan pendekatan
sistem mobile agent. Menurut Min Chen (2007), pendekatan berbasis mobile
agent merupakan alternatif pendekatan arsitektur di Wireless Sensor
Network. Sink node mengirimkan mobile agent ke area target untuk
mengunjungi node satu per satu, lalu data-data sensor dikurangi dan dikumpulkan
oleh agent, dan selanjutnya sesuai dengan instruksi mobile agent,
data-data tersebut dikirim kembali ke sink.
Berikut adalah beberapa keuntungan yang bisa diperoleh dari teknologi Wireless
Sensor Network, diantaranya :
a. Praktis karena tidak perlu ada instalasi kabel yang rumit dan dalam kondisi geografi tertentu sangat menguntungkan dibanding wired sensor.
b. Sensor menjadi bersifat mobile atau mudah untuk dipindahkan.
c. Meningkatkan efisiensi secara operasional.
d. Mengurangi total biaya sistem secara signifikan.
e. Dapat mengumpulkan data dalam jumlah besar.
f. Konfigurasi software lebih mudah.
g. Memungkinkan komunikasi digital 2 arah.
Arsitektur Wireless Sensor Network (AWSN)
Pada Wireless Sensor Network, node sensor disebar dengan tujuan
untuk menangkap adanya gejala atau fenomena yang hendak diteliti. Jumlah node
yang disebar dapat ditentukan sesuai kebutuhan dan tergantung beberapa faktor
misalnya luas area, kemampuan sensing node, dan sebagainya. Setiap node dalam Wireless
Sensor Network dapat melakukan pemantuan lingkungan terbuka secara langsung
dengan memanfaatkan beberapa macam sensor. (Mittal, 2010).
Node sensor yang berukuran kecil disebar dalam di suatu area sensor.
Node sensor tersebut memiliki kemampuan untuk meneruskan data yang dikumpulkan
ke node lain yang berdekatan. Data dikirimkan melalui transmisi radio akan
diteruskan menuju base station yang merupakan penghubung antara node sensor dan
user.
Tipe Sensor Wireless Sensor Network (WSN)
|
Tipe Sensor |
Contoh Sensor |
|
Temperatur |
Thermistor, Thermocouple |
|
Tekanan |
Pressure gauge, barometer, ionization gauge |
|
Optik |
Photodiodes, phototransistors, Infrared sensor |
|
Akustik |
Piezoelectric resonators |
|
Mekanik |
Strain gauges, tactile sensors |
|
Gerakan dan Getaran |
Accelerometers, gyroscope |
|
Posisi |
GPS, Ultrasound-based sensors, infrared based sensors |
|
Kelembaban |
Capacitive and resistive sendors |
|
Radiasi |
Lozation detectors |
Topologi Jaringan Wireless Sensor Network (WSN)
Wireless Sensor Network sudah banyak diaplikasikan pada monitoring
jarak jauh dan daerah yang tersebar sangat luas. Wireless Sensor Network
banyak diaplikasikan pada bidang monitoring kesehatan seseorang, otomasi
industri, monitoring lingkungan dan konstruksi jembatan. Kemudian, pengembangan
kedepan dari Wireless Sensor Network adalah transfer data getaran dari
Piezoelectric Sensor dengan jarak yang cukup jauh dari slave node ke master
node.
Sumber : https://repository.polibatam.ac.id/upload/download-gan?link=7lDr7Yzu4P
Ada beberapa topologi jaringan yang umum digunakan dalam membangun
sebuah sistem Wireless Sensor Network, diantaranya :
a. Topologi Star
Topologi ini merupakan
topologi paling dasar dimana setiap node mempertahankan satu jalur komunikasi
langsung dengan gateway. Topologi ini sederhana namun membatasi jarak
keseluruhan yang dapat dicapai.
b. Topologi Cluster atau Tree
Arsitektur topologi
cluster lebih komplek dibandingkan dengan topologi star. Setiap node masih
mempertahankan satu jalur komunikasi untuk gateway. Perbedaannya menggunakan
node-node lain dalam mengirimkan data, namun masih dalam satu jalur tersebut.
c. Topologi Mesh
Topologi ini merupakan
solusi dari topologi-topologi sebelumnya, dengan menggunakan jalur komunikasi
yang lebih banyak untuk meningkatkan kehandalan sistem. Dalam sebuah jaringan
mesh, node mempertahankan jalur komunikasi untuk kembali ke gateway.
Komponen Penyusun Wireless Sensor Network (WSN)
Sebuah Wireless
Sensor Network umumnya terdiri atas bagian-bagian, diantaranya :
a. Transceiver ataupun Communication device, berfungsi
untuk menerima atau mengirim data dengan menggunakan protokol IEEE 802.15.4
kepada device lain seperti concentrator, modem Wifi, dan modem RF.
b. Mikrokontroler, berfungsi untuk melakukan
fungsi perhitungan, mengontrol dan memproses device-device yang terhubung
dengan mikrokontroler.
c.
Power Supply, Berfungsi sebagai sumber energi
bagi sistem WSN secara keseluruhan.
d. External Memory, berfungsi sebagai tambahan
memory bagi sistem WSN, pada dasarnya sebuah unit mikrokontroler memiliki unit
memory sendiri.
e. Sensor, berfungsi untuk men-sensing
besaran-besaran fisis yang hendak diukur. Sensor adalah suatu alat yang mampu
untuk mengubah suatu bentuk energi ke bentuk energi lain, dalam hal ini adalah
mengubah dari energi besaran yang diukur menjadi energi listrik yang kemudian
diubah oleh ADC menjadi deretan pulsa terkuantisasi yang kemudian bisa dibaca
oleh mikrokontroler. (Sugiarto, 2009).
Prinsip Kerja Wireless Sensor Network (WSN)
Adapun berikut prinsip kerja Wireless Sensor Network, diantaranya :
1. Sensor board mengumpulkan data (cahaya, temperature, kelembapan,dsb)
2. Mote mengirimkan data sensing ke gateaway
3. Gateway mengolah data sensing lalu mengirimkannya ke server
4. Server memproses data untuk ditampilkan
5. Kontroler mengendalikan switch untuk meningkatkan atau menurunkan kinerja peralatan listrik
Aplikasi Wireless Sensor Network (WSN)
Wireless Sensor Network dapat digunakan dalam kehidupan
sehari-hari, diantaranya :
a. Wireless
Sensor Network untuk
monitoring ruang kelas sebagai bagian dari Internet of Things
Sensor yang digunakan pada penelitian ini meliputi sensor suhu, sensor kelembaban, sensor O2/CO2 dan sensor cahaya. Sensor-sensor ini nantinya dipasang pada groove Xbee Carrier melalui port I2C. Jumlah port I2C pada groove Xbee Carrier hanya satu sehingga diperlukan mulipleksing agar seluruh sensor dapat dipasang dan dapat berfungsi dengan baik. Sensor suhu dan sensor kelembaban menjadi satu modul (groove) yang kompatibel dengan groove Xbee Carrier.Modul sensor untuk O2/CO2 dan modul sensor cahaya serta perangkat multipleksing dirancang dan dikembangkan dengan menggunakan mikrontroler sebagai komponen pengendalinya.
b. Wireless Sensor
Network untuk mendukung Sistem Pertanian.
Wireless
Sensor Network dapat menggunakan energi alternatif seperti
matahari dan angin, dengan demikian daya yang dimiliki baterai akan selalu
tersedia. Node sensor dapat terdiri dari berbagai macam sensor seperti suhu,
kelembaban, radiasi matahari, kelembaban tanah dan dapat dikustomisasi sesuai
kebutuhan. Wireless Sensor Network bekerja dengan mengirimkan informasi
keadaan lingkungan yang didapat dari sensor dan kemudian mengirimkannya
ke base-station melalui jaringan internet melalui koneksi
GSM/GPRS. Hasil pengukuran Wireless Sensor Network yang dikirimkan
ke base-station secara periodik, kemudian dapat diolah dan
dimanfaatkan lebih lanjut untuk membuat keputusan selanjutnya.
c. Wireless Sensor Network untuk Mendeteksi Bencana
Untuk mendapatkan hasil ukur yang teliti, Sensor Network umumnya diletakkan di lokasi yang dekat dengan fenomena yang diukur. Wireless Sensor Network diletakkan dalam tanah (underground), media komunikasi yang dipilih adalah gelombang radio dengan frekuensi tertentu yang mempunyai karakteristik mampu merambat dalam tanah. Sementara itu, Wireless Sensor Network yang terletak di bawah permukaan air (underwater) menggunakan gelombang suara sebagaimana yang digunakan oleh ikan paus dan lumba-lumba, karena mampu merambat dalam jarak yang jauh.
Sumber : http://viyan.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/60902/4_Implementasi+Sensor+pada+IoT.pdf
Referensi :
Lecture
Note Literasi Teknologi - ICT
http://repository.dinamika.ac.id/id/eprint/1107/5/BAB_II.pdf
http://eprints.polsri.ac.id/4497/3/File%20III.pdf
http://viyan.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/60902/4_Implementasi+Sensor+pada+IoT.pdf
https://www.konekthing.com/blog/2013/10/31/wireless-sensor-network
https://media.neliti.com/media/publications/267529-none-ef191018.pdf






Comments
Post a Comment